03 Januari 2016

Abdullah Harahap Collection



Abdullah Harahap adalah seorang penulis novel horor misteri di Indonesia. Ia lahir di Sipirok, Tapanuli Selatan pada 17 Juli 1943. Sebelum menulis novel horor misteri, ia juga menulis novel roman percintaan, namun namanya melambung berkat novel horor yang dikarangnya.

Abdullah Harahap mengawali karier semenjak masih duduk di bangku SMU di kota Medan (1960) dengan menulis sejumlah cerita pendek serta puisi yang dimuat oleh media cetak setempat. Tahun 1963, ia pindah ke Bandung untuk melanjutkan studi di IKIP (kini UPI) sambil meneruskan aktivitas menulis cerpen yang sempat membanjiri sejumlah media cetak baik yang terbit di Bandung, Yogya, Surabaya, Medan, dan paling terutama Jakarta (yang oleh Abdullah Harahap dianggap sebagai kota yang membesarkan namanya sebagai penulis).

Di tengah perjalanan kuliahnya, AH menekuni profesi sebagai jurnalis di SK Mingguan GAYA dan GALA (cikal bakal SK Harian Galamedia), lalu kemudian menjadi perwakilan tetap untuk wilayah Jawa Barat dari Majalah Selecta Grup (Selecta, Detektif & Romantika, Senang, Stop, Nova). Perjalanan karier sebagai wartawan yang ditekuni AH selama seperempat abad lebih (1965-1995) menambah luas wawasan serta pengetahuan AH sebagai penulis novel. Karena sebagai wartawan, AH bukan hanya sekedar meliput berita sesuai tanggung jawab yang diembannya, akan tetapi juga memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk melakukan riset ke tempat-tempat tertentu yang dia inginkan untuk bahan novelnya.

Riset yang dilakukan oleh Abdullah Harahap ini saya rasa menjadi sebuah keungulan kengerian yang diciptakan di novel-novel horor/misterynya. Jadi horornya tidak melulu hantu penasaran yang sembarangan membunuh orang orang. Ada latar belakang budaya, dendam kesumat, bahkan seringnya sex sebagai latar belakang kemunculan iblis iblis yang menebar teror.

Abdullah Harahap mendatangi lalu bertukar pikiran dengan tokoh masyarakat setempat, terutama yang kehidupan sehari-harinya berhubungan dengan alam mistis, baik itu dari aliran putih maupun aliran hitam, tanpa melibatkan diri di dalamnya. Ilmu-ilmu mana kemudian (sesuai kebutuhan), dikembangkan sendiri oleh AH di depan mesin tik atau komputer sesuai dengan imajinasi AH yang ia kehendaki. Tercatat keseluruhan buku sudah diterbitkan dari imajinasinya itu berjumlah sekitar 60 judul (Drama), 75 judul (Misteri) dan 15 judul Pulpen (Kumpulan cerita pendek). Sebagian di antaranya telah diangkat ke layar lebar dan yang terbanyak ke layar kaca (TPI, SCTV, RCTI, dan Indosiar), baik dalam bentuk sinetron seri maupun FTV.

(Sumber : Wikipedia Indonesia)

Daftar Judul Novel Abdullah Harahap :

Arwah yang Datang Menuntut Balas
Arwah Yang Tersia-Sia
Babi Ngepet **)
Bercinta dengan Syaitan
Bisikan Arwah **)
Dalam Cengkeraman Iblis
Dendam Berkarat dalam Kubur **)
Dendam di Balik Kubur
Dendam Roh Jejaden **)
Dosa Turunan
Jeritan Dari Pintu Kubur
Kembalinya Seorang Terkutuk
Lukisan Berlumur Darah
Mahkluk Pemakan Bangkai
Manekin
Manusia Penuntut Balas
Manusia Serigala **)
Misteri Alam Gaib
Misteri Anjing Hutan
Misteri Kalung Setan
Misteri Lemari Antik
Misteri Penari Topeng
Misteri Perawan Kubur
Misteri pintu Gaib
Misteri Putri Peneluh
Misteri Rumah Diatas Bukit
Misteri Sebuah Peti Mati 1
Misteri Sebuah Peti Mati 2
Panggilan dari Neraka
Pemuja Setan
Pemuja Setan
Pengemban Kutuk
Penghisap Darah
Penghuni Hutan Parigi **)
Penghuni-penghuni Rumah Tua
Penjaga Kubur
Penjelmaan Berdarah
Penunggu Dari Kegelapan
Penunggu Jenazah **)
Perawan Sembahan Setan
Pewaris Iblis
Roh dari Masa Lampau
Senggama Kubur
Sepasang Mata Iblis **)
Suara dari Alam Gaib **)
Sumpah Berdarah **)
Sumpah Leluhur
Tangan-Tangan Setan **)
Tumbal Kalung Setan
Wajah-wajah Setan

Judul buku Abdullah Harahap ini belum lengkap. Tolong dilengkapi ya...

Silakan diunduh yang sudah bertanda **)

Download koleksi Abdullah Harahap di Google Drive

4 komentar:

  1. Second link novel diatas bisa diintip di http://puztaka.blogspot.com kategori Novel Horor.... Trims n numpang lewat Om syauqy...

    BalasHapus
  2. Kk yg bila malam tiada berbintang tak adakah??

    BalasHapus
  3. Kk yg bila malam tiada berbintang tak adakah??

    BalasHapus