03 November 2012

PHK-024. Bencana Pedang Asmara

Author : D. Affandy
Serial Pendekar Hina Kelana
dalam Episode 024 : Bencana Pedang Asmara
Setting : Mutiara Typesetting
Ebook (pdf) by Abu Keisel, Edit Teks (Fujidenkikagawa)



Sinopsis

"Chaaat...!" Dengan tiada mengerahkan kekuatannya, si nenek ceking menyentakkan senjatanya. Pedang terlepas, tubuh Bidadari Pedang Maut terguling-guling dengan wajah pucat seputih kain kapan. Namun perempuan ini segera pula bangkit, lalu memandang tajam pada Buang Sengketa yang tetap tegak di tempatnya sambil cengengesan.

"Bocah berperiuk! Siapakah engkau ini...?" tanya ketua Perguruan Kerudung Biru tanpa merasa malu. "Untuk apa kau tanyakan namaku, nenek pikun...!" tukas si pemuda bersungut-sungut. "Ah... kau masih marah dengan segala tindakanku tadi...?"

"Mungkin saja tidak! Tapi karena engkau hampir saja membelah kepalaku, sudah selayaknya kalau aku marah...!" Sambutnya ketus. "Hemm...! Maafkanlah aku...! Karena aku telah berperasangka buruk padamu. Penampilanmu yang tidak meyakinkan itu membuat aku mencurigaimu...!"

___________________________________

26 Oktober 2012

PCN-014. Prahara Raden Klowor

Author : Barata
Serial Pendekar Cambuk Naga
dalam Episode 014: Prahara Raden Klowor
Penerbit : Wirautama
Cetakan Pertama, 1991
128 hlm; 18 cm
Ebook (pdf) by Abu Keisel, Scan by Clickers, Edit Teks (Lovely Peace)



Sinopsis

"Cambukku ini...." kata Klowor. "Bukan cambuk sembarangan, melainkan cambuk pusaka."
"Cambuk pusaka?! Wah, hebat juga kau diam-diam, punya urusan tentang pusaka, ya? Pusaka milikmu sendiri, maksudnya?"

"Hemm... bagaimana, ya? Cambuk itu bisa dikatakan milikku, tapi bukan juga milikku. Sebab.... Begini, Ki. Aku diberi sebuah cambuk oleh orang sakti, tetapi saat ini ada yang harus kulakukan agar cambuk itu benar-benar resmi jadi milikku."

"Wah, beruntung sekali kau. Cambuk apa namanya?"
"Pusaka... Cambuk Naga...." suara Klowor berbisik, namun justru mengagetkan orang yang diajak bicara. Orang beruban tipis itu menatap Raden Klowor tidak berkedip. Sampai lama. "Kau,., kau main-main, ya?"
"O, tidak, Ki. Aku sungguh-sungguh diberi pusaka yang bernama Cambuk Naga, dan...."

___________________________________

24 Oktober 2012

RC-016. Tiga Siluman Bukit Hantu

Mario Gembala
Serial Roro Centil
dalam episode 016: Tiga Siluman Bukit Hantu
Cetakan pertama
Penerbit
Penyunting
Gambar Sampul
128 hlm; 18 cm
Ebook (pdf) by Abu Keisel



Sinopsis

"Lalu bagaimana kelanjutannya?" Tanya Raden Mas Anjasmoro penuh perhatian. "Dia tuliskan sesuatu yang aku tak mengerti pada sobekan pakaiannya dengan darah, lalu berikan pada ku.! Tampaknya dia mau katakan sesuatu lagi, tapi dia sudah keburu pingsan! Karena bukit itu jauh dari desa, dan aku tak mau pakaian ku kotor kena darah. Terpaksa dia ku tinggalkan saja di bukit itu, entah mati ataukah masih bernyawa, aku tak mengetahui..!" Ujar Pitra Sena polos.

Terkejut Raden Mas Anjasmoro, segera terdengar suaranya mendesis. "Apakah, kain bertuliskan darah itu masih berada padamu?" Pitra Sena mengangguk. "Cepat berikan padaku, aku ingin lihat!" Berkata si Bangsawan Tua dengan nada tak sabar. Cepat-cepat Pitra Sena berikan sobekan kain yang diselipkan di saku celananya, yang telah dibungkus sobekan kain lagi. Bahkan Pitra Sena sendiri hampir lupa kalau masih mengantongi sobekan kain pemberian Jaran Perkoso.
____________________________________
Link Download (PDF) - 351 KB

10 Oktober 2012

PNP-056. Pembunuh Bayaran

T. Hidayat
Serial Pendekar Naga Putih
dalam episode 056: Pembunuh Bayaran
Cetakan pertama
Penerbit Cintamedia, Jakarta
Penyunting
Gambar Sampul
128 h. ; 12 x 18 cm
Ebook (pdf) by Abu Keisel, Scan : Clickers, Edit (Culan Ode)



Sinopsis

“Aku tidak bermaksud menyakitimu. Kuminta kau menunjukkan, di mana Senapati Marganta tinggal?” tanya Panji kepada pelayan yang sekujur tubuhnya gemetar karena ketakutan. Rupanya pelayan itu menduga kalau Panji adalah pembunuh kejam yang selama beberapa waktu ini berkeliaran di lingkungan istana. Rasa takutnya membuatnya tidak dapat menahan kencing. Celananya perlahan menjadi basah.

“Jangan takut. Aku bukan seorang pembunuh. Malah aku berniat membantu Kadipaten Balaraja untuk menangkap manusia jahat itu,” bujuk Panji lagi, berharap agar pelayan itu dapat hilang rasa takutnya, dan mau berbicara.

“Sejak Adipati Balaraja terbunuh, Tuan Senapati tinggal di dalam salah satu kamar istana. Dia hendak melindungi Paduka Permaisuri dan putranya yang masih berusia enam tahun,” tuturnya dengan suara susah-payah.

Link Download (pdf) - 379 KB

09 Oktober 2012

PBS-015. Maut Buat Madewa Gumilang

Author : Fahri A.
Serial Pendekar Bayangan Sukma
dalam Episode 015 : Maut Buat Madewa Gumilang
Penerbit : Gultom Agency
Setting : Trias Typesetting
Ebook (pdf) by Abu Keisel, Scan by Clickers, Edit Teks (Fujidenkikagawa)



Sinopsis

Nenek Berbaju Sutra terkikik lagi, seolah tak memperdulikan tatapan yang marah itu. "Karto dan Cakoro... mengapa kalian tidak mengikuti dan memenuhi permintaanku... aku teman kalian, cepat bersujudlah pada nenek itu... dia begitu sakti, Karto dan Cakoro... kalian tak akan mampu untuk melawannya... ayo cepat ciumlah telapak kaki nenek itu... Hihihi...."

"Nenek peot! Kami akan mengadu jiwa denganmu!" maki Karto sambil maju menyerbu dengan tombaknya. Begitu pula dengan Cakoro. Dia pun langsung menyerbu. Kata-kata Nenek Berbaju Sutra yang mempermainkannya begitu membuatnya marah dan geram. Dia pun menghunuskan tombaknya. "Hihihi... mengapa kalian tidak mengikuti permintaan teman kalian itu? Hihihi... kalian mau mampus rupanya!" "Jangan banyak bacot, Nenek peot! Ayo, hadapi kami!" maki Karto sambil menggerakkan tombaknya ke arah perut Nenek Berbaju Sutra. "Wuuuut!"

___________________________________

05 Oktober 2012

PRS-083. Siluman Muka Kodok

Author : Teguh S
Serial Pendekar Rajawali Sakti
dalam episode 083: Siluman Muka Kodok
Penerbit Cintamedia, Jakarta
Penyunting
Gambar Sampul
128 h. ; 12 x 18 cm
Ebook (pdf) by Abu Keisel, Edit Teks (Aura PandRa)



Sinopsis

Patih Gandaraka dan prajurit-prajuritnya dari Kerajaan Ringgading datang ke Karang Setra dengan jumlah besar. Tidak ada yang tahu maksud kedatangan mereka. Hal ini membuat seluruh pembesar Karang Setra menduga-duga maksud kedatangan mereka. Sedangkan Rangga saat ini tidak berada di Karang Setra.

"Mereka pasti hendak menyerang kita, Gusti Danupaksi," ujar Panglima Wirapati.

"Sebaiknya tanyakan dulu maksud kedatangan mereka, Gusti Danupaksi," selak Ki Lintuk.

Lalu, apa yang akan diperbuat Pendekar Rajawali Sakti setelah tiba di Karang Setra? Apakah kedatangan patih dan prajurit dari Kerajaan Ringgading itu berhubungan dengan kemunculan Siluman Muka Kodok? Lalu, siapakah Siluman Muka Kodok itu...?

_______________________________
Link Download (pdf) - 397 KB

Go to Pendekar Rajawali Sakti

02 Oktober 2012

PHK-023. Satria Pedang Asmara

Author : D. Affandy
Serial Pendekar Hina Kelana
dalam Episode 023 : Satria Pedang Asmara
Setting : Mutiara Typesetting
Ebook (pdf) by Abu Keisel, Edit Teks (Fujidenkikagawa)



Sinopsis

Ketika Pendekar Hina Kelana sedang melamun seorang diri di atas pohon itu. Tiba-tiba pendengarannya yang tajam mendengar suara isak tangis. Sayup-sayup kedengarannya. Pemuda itu nampak menyapu pandang ke arah sekelilingnya. Tapi dia belum melihat adanya orang lain di sekitar tempat itu. Namun ketika Buang Sengketa menoleh ke arah lain, maka terlihatlah sesosok tubuh berjalan tersaruk-saruk dengan wajah tertunduk, sekali dua perempuan itu menyeka air matanya yang bergulir di pipi.

Melihat keadaan perempuan itu, Buang dapat memastikan pastilah dia seorang anak orang berada. Tapi yang membuat si pemuda merasa keheranan mengapa perempuan itu, berkeliaran di tempat yang sunyi seorang diri? Padahal selain binatang buas. Bukan tak mungkin sewaktu-waktu orang jahat berkeliaran pula di tempat itu. Sejauh itu, sungguh pun hatinya diliputi oleh rasa keingintahuan, namun dia masih tetap berada di tempatnya.

Hingga pada akhirnya terdengar juga suara si wanita: "Kakang Andika....! Begitu tega kau meninggalkan diriku, aku menyadari sikapku yang dulu padamu. Tapi mengapa kini kau malah pergi begitu saja...?" rintih si gadis, dengan dada terasa menyesak.

___________________________________

30 September 2012

RC-015. Langkah-Langkah Manusia Beracun

Mario Gembala
Serial Roro Centil
dalam episode 015: Langkah-Langkah Manusia Beracun
Cetakan pertama
Penerbit
Penyunting
Gambar Sampul
128 hlm; 18 cm
Ebook (pdf) by Abu Keisel



Sinopsis

"Ah... siapakah... anda...?"
"Heh? kau tak apa-apa...? Aneh...! Tubuhku mengandung racun! aku... aku telah menyentuh mu...! Sukurlah kau tak apa-apa...! Namaku Adhinata!" Tukas Adhinata dengan wajah geram melihat wanita itu tak terkena racun. Hal itu amat mengherankan Adhinata. Hingga terlongong Adhinata menatap wanita itu yang tak lain dari Giri Mayang adanya. Entah apa yang terjadi hingga wanita telegas itu bisa jatuh terperosok ke dalam lubang.

Giri Mayang sendiri pun terlongong keheranan, karena tak menyangka dirinya masih hidup. Dia memang dalam keadaan tanpa daksa. Beberapa luka ditubuhnya akibat serangan Roro Centil dengan batu kerikil, telah mematikan beberapa urat jalan darah di tubuhnya. Dia memang berhasil meloloskan diri dari maut karena Roro tak mengejar. Bahkan tak memperdulikan lagi pada Wanita itu. Padahal Giri Mayang masih belum beberapa jauh, karena tak dapat berlari cepat. Bergelindingan tubuh Giri Mayang dengan luka-luka pada tubuhnya. Namun dia masih bisa bangkit untuk berlari dan berlari... Kembali kakinya tersaruk, dan dia jatuh terguling. Kali ini dia tak dapat bangkit lagi. Seluruh urat darahnya terasa ngilu. Dan mengeluhlah dia panjang pendek..
____________________________________
Link Download (PDF) - 365 KB

23 September 2012

PCN-013. Utusan Lembah Kubur

Author : Barata
Serial Pendekar Cambuk Naga
dalam Episode 013: Utusan Lembah Kubur
Penerbit : Wirautama
Cetakan Pertama, 1991
128 hlm; 18 cm
Ebook (pdf) by Abu Keisel, Scan by Clickers, Edit Teks (Lovely Peace)



Sinopsis

Detak-detak jantung Lanangseta seperti meledak-ledak berulangkali. Ia bergegas lari ke dalam rumah. Berseru dalam kecemasan:

"Yaaaaang...!" Ia memanggil Kirana dengan sebutan; Yang, atau Sayang. Karena, jika ia memanggil atau menyebutkan nama istrinya, maka akan terjadi hujan badai yang mengerikan, (dalam seri: Misteri Tebing Neraka).

"Yaaaang....? Apa yang terjadi...?!" Lanangseta kebingungan, bergerak dengan serba panik, karena ia tidak menemukan Kirana di dalam rumah. Bahkan Raden Klowor pun tak ada di mana-mana. Ia bergegas ke belakang rumah, oh... tak ada siapa-siapa di sana. Ia kembali lagi ke dalam dan memperhatikan barang-barang yang berantakan bagai habis dilanda gempa hebat. Nafas Lanang memburu, matanya memandang nanar. Garang. Giginya menggeletuk dengan kedua tangan menggenggam kuat-kuat. Ada dendam yang membakar darahnya. Ada kemarahan yang menyayat hatinya. Istrinya hilang, dan tak ada tanda-tanda ke mana perginya.

___________________________________

14 September 2012

DA-085. Golok Kilat

Aji Saka
Serial Dewa Arak
dalam episode 085: Golok Kilat
Cetakan pertama
Penerbit Cintamedia, Jakarta
Penyunting
Gambar Sampul
128 hlm; 18 cm
Ebook (pdf) by Abu Keisel, Edit Teks (fujidenkikagawa)



Sinopsis

"Sebenarnya..., benda apa yang diinginkan mereka sehingga menculik muridmu Kek?!" tanya Dewa Arak penasaran. Karena Nuri, murid Setan Kepala Besi itu diculik saat berada dalam pengawasannya! "GOLOK KILAT!" jawab Setan Kepala Besi dengan hati berat.

Sebuah Golok?! Seberapa ampuhnya pusaka itu sampai murid Setan Kepala Besi harus diculik?! Benarkah keampuhannya sesuai dengan namanya?!

___________________________________
Link Download (PDF) - 513 KB

Go To Dewa Arak

08 September 2012

PNP-053. Pasukan Pembunuh

T. Hidayat
Serial Pendekar Naga Putih
dalam episode 053: Pasukan Pembunuh
Cetakan pertama
Penerbit Cintamedia, Jakarta
Penyunting
Gambar Sampul
128 h. ; 12 x 18 cm
Ebook (pdf) by Abu Keisel, Edit Teks (Adnan Sutekad)



Sinopsis

"Hm.... Meskipun harus menghadapi keroyokan kalian, jangan dikira aku akan gentar. Mari kita mengadu nyawa...!" dengus Datuk Panglima Sesat, geram. Langsung saja jurus-jurus ampuhnya disiapkan. Sehingga, baik Raja iblis Jubah Merah maupun Memedi Karang Api sama-sama melompat ke belakang.

"Tahan amarahmu, Panglima Sesat! Aku tidak berpihak kepada siapa pun. Tapi, perlu diingat musuh akan tertawa apabila mendengar kita saling berbunuhan di antara rekan sendiri. Bahkan, dunia persilatan akan menertawai kita. Hm.... Apakah kalian berdua ingin mendapatkan cemoohan seperti itu? Kalau memang itu yang diinginkan, silakan kalian bertarung sampai mati! Aku tidak peduli lagi...!" bentak Raja Iblis Jubah Merah.

Laki-laki berjubah merah itu memang menjadi jengkel melihat gelagat kalau pertarungan seperti sulit dihindari lagi.

Link Download (pdf) - 390 KB

05 September 2012

PBS-014. Serikat Kupu-Kupu Hitam

Author : Fahri A.
Serial Pendekar Bayangan Sukma
dalam Episode 015 : Serikat Kupu-Kupu Hitam
Penerbit : Gultom Agency
Cetakan Pertama, 1991
Setting : Jesco Setting
Ebook (pdf) by Abu Keisel, Scan by Clickers, Edit Teks (Fujidenkikagawa)



Sinopsis

"Kakang... sepertinya di tempat ini telah terjadi pertempuran yang amat hebat."
"Betul, Rayi.. sepertinya Perguruan kita telah diserang oleh orang-orang jahat..."
"Kakang!" memekik Ratih Ayu. "Bagaimana dengan Guru?!"

Serentak keduanya melompat dari kuda mereka dan berlari ke dalam bangunan itu. Di dalam pun terdapat banyak mayat dari murid Perguruan Cakra Buana.
Kali ini mereka tak ambil perduli. Keduanya pun berlari ke ruangan guru mereka biasa berada.
Pintu ruangan itu telah hancur berantakan. Sepertinya dihantam oleh sebuah buldozer. Di dalam ruangan itu pun terdapat banyak mayat.

"Guru!" seru Ratih Ayu cemas. Duka yang telah dialaminya seolah telah lenyap dan berganti dengan kecemasan terhadap guru mereka, Ki Borgawa Darsa.
Suaranya menggema di ruangan itu.
Tak ada bayangan Ki Borgawa Darsa muncul.

___________________________________

03 September 2012

PRS-082. Selendang Sutera Emas

Author : Teguh S
Serial Pendekar Rajawali Sakti
dalam episode 082: Selendang Sutera Emas
Penerbit Cintamedia, Jakarta
Penyunting
Gambar Sampul
128 h. ; 12 x 18 cm
Ebook (pdf) by Abu Keisel, Edit Teks (Aura PandRa)



Sinopsis

"Gila...! Siapa yang tega berbuat seperti ini...?" desis Rangga sambil merayapi mayat-mayat yang bergelimpangan di sekitarnya.

"Hmm.., apakah ini berhubungan dengan kedatangan ketiga murid Nyai Langis, Kakang?" tanya Pandan Wangi.

"Maksudmu, tentang Selendang Sutera Emas yang dicari mereka?"

"Benar."

Haruskah Pendekar Rajawali Sakti menerima permohonan ketiga orang murid Nyai Langis yang ingin mehdapatkan Selendang Sutera Emas? Dan, benarkah Selendang Sutera Emas merupakan benda pusaka milik guru mereka? Sehingga mereka mati-matian ingin mendapatkannya! Atau ada tujuan lain?

_______________________________
Link Download (pdf) - 403 KB

Go to Pendekar Rajawali Sakti

01 Agustus 2012

Cinta Sang Naga

Author : V. Lestari
Judul : Cinta Sang Naga
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cover : Sofnir Ali
Cetakan Pertama
Maret, 1987
384 hlm, 18 cm
Ebook (djvu) by Otoy



Waktu berlalu
Sang Naga terlelap dalam damai
Dia tidak tahu
Dengki dan dendam membuat cerai berai
Dia memang tidak tahu
Damai yang ada cuma semu
Sang Naga berseru geram
Akan aku tinggalkan
Sarang nyaman yang tak lagi tenteram
Ternoda bangkai mengerikan
Tapi bukan cuma itu
Cintaku hanya pada si Bungsu!

___________________________________
Link Download (DJVU) - 5,48 MB

Go To Page V Lestari

21 Juli 2012

PHK-022. Peri Bunga Iblis

Author : D. Affandy
Serial Pendekar Hina Kelana
dalam Episode 022 : Peri Bunga Iblis
Setting : Mutiara Typesetting
Ebook (pdf) by Abu Keisel, Edit Teks (Fujidenkikagawa)



Sinopsis

"Gila! Meskipun aku masih mampu menguasai diri, tapi sampai di manakah daya tahanku. Sekarang ini saja aku mulai merasakan ada hawa aneh yang secara terus menerus menguasai jiwaku. Dan mungkin, gadis ini mengalami kejadian yang lebih hebat lagi dariku. Sebaiknya ku kerahkan hawa murni untuk membuyarkan pengaruh iblis yang telah merasuki jiwaku ini...!" Batin pemuda itu.

Kemudian secara perlahan pemuda itu mulai mengerahkan tenaga dalamnya untuk membuyarkan pengaruh aneh yang sedang menguasai jiwanya. Namun setelah berulangkali dia mencoba, usahanya itu tidak juga mendatangkan hasil. "Celaka! Apa yang telah terjadi dengan diriku?" Dalam keadaan kebingungan akibat pengaruh aneh itu. Tiba-tiba Andini dengan suaranya yang lirih dan hampir-hampir tak terdengar berkata kembali.

___________________________________

20 Juli 2012

RC-014. Manusia Beracun

Mario Gembala
Serial Roro Centil
dalam episode 014: Manusia Beracun
Cetakan pertama
Penerbit
Penyunting
Gambar Sampul
128 hlm; 18 cm
Ebook (pdf) by Abu Keisel



Sinopsis

"Hihi... Pesanggrahan kosong ini adalah bagianku! Tampak wanita ini bentangkan lengannya. Tubuhnya terlihat bergetar. Hebat! sepasang lengannya sekejap saja telah menjadi merah bagaikan bara api.

WHUS! WHUSS...! Dua kali lengannya bergerak, api segera berkobar di dalam ruangan. Tubuhnya lalu berkelebatan ke setiap ruangan. Dan lengannya selalu bergerak untuk keluarkan api membakar di setiap tempat. Hingga sekejap kemudian api telah berkobar membakar pesanggrahan di segala penjuru. Tentu saja hal itu membuat beberapa murid penjaga Pesanggrahan tersentak kaget. Segera sudah berteriak-teriak dan lari dengan panik.

"Celaka...! Ah, tolooong...! toloong...! kebakaraaan! kebakaraan!" Teriakan-teriakan-teriakan para penjaga pesanggrahan itu tiba-tiba terhenti, ketika sesosok tubuh melompat dari dalam ruangan, seraya perdengarkan suara tertawa mengikik.
____________________________________
Link Download (PDF) - 357 KB

18 Juli 2012

Rencana Paling Sempurna

Author : Sidney Sheldon
Judul : Rencana Paling Sempurna (1997- The Best Laid Plans)
Alih Bahasa : Hendarto Setiadi
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan Pertama, Februari 1998
384 hlm, 18 cm
Ebook (djvu) by anonim



Sinopsis

Leslie Stewart, wanita cantik dan ambisius, menyadari bahwa kekuasaan bagi beberapa laki-laki adalah sesuatu yang paling menggairahkan. Dan Oliver Russell, gubernur tampan dari negara bagian kecil di selatan, menyadari bahwa kemurkaan seorang wanita ternyata mengalahkan dahsyatnya api neraka. Kedua orang itu sama-sama menuju ke arah yang berlawanan. Oliver menyusun strategi untuk merebut kursi di Gedung Putih; Leslie menyusun rencana untuk membuat laki-laki itu menyesal pernah dilahirkan ke dunia. Akhirnya keduanya harus mengakui bahkan rencana yang paling sempurna pun bisa meleset... dengan akibat maut.

Kisah ini mengungkapkan liku-liku dua lembaga yang paling berkuasa dan keji di Amerika; dunia politik, yang penuh dengan skandal, korupsi, dan kejahatan yang terselubung; dan dunia penerbitan surat kabar, tempat kekuatan pers biasanya dipakai untuk menghancurkan kehidupan---atau menjatuhkan kepala negara---demi mendapatkan berita atau meraih penghargaan.

__________________________________
Link Download (DJVU) - 3 MB

Go To Sidney Sheldon

11 Juli 2012

PCN-012. Seruling Kematian

Author : Barata
Serial Pendekar Cambuk Naga
dalam Episode 012: Seruling Kematian
Penerbit : Wirautama
Cetakan Pertama, 1991
128 hlm; 18 cm
Ebook (pdf) by Abu Keisel, Scan by Clickers, Edit Teks (Lovely Peace)



Sinopsis

Laksamana Chou ingin mengatakan sesuatu, namun ia jadi terhenti setelah melihat bahwa rompi kebal senjatanya terputus pada bagian salah satu pundaknya, dan bagian lainnya bagai disayat-sayat binatang buas. Ia cukup terbengong melihat nasib dirinya. Namun kedongkolannya pun semakin bertambah. Karena itu, ia segera menggerakkan kedua tangan, jari-jarinya menjadi kaku, dan ia segera mengibaskan kedua tangan ke depan, bersilang-silang dengan cepat. Makin lama semakin cepat sehingga gerakan itu membuatnya seperti bertangan seribu.

Semakin lama gerakan itu semakin cepat dan sukar diperhatikan tangan mana yang akan menyerang. Yang jelas, Laksamana Chou pun segera melesat bagaikan anak panah menuju ke arah Lanangseta.

___________________________________

09 Juli 2012

PNP-050. Sang Penghancur

T. Hidayat
Serial Pendekar Naga Putih
dalam episode 050: Sang Penghancur
Cetakan pertama
Penerbit Cintamedia, Jakarta
Penyunting
Gambar Sampul
128 h. ; 12 x 18 cm
Ebook (pdf) by Abu Keisel, Edit (Fujidenkikagawa)



Sinopsis

“Tahan...!” Pendekar Naga Besi langsung berteriak mencegah. Tubuh Pendekar Naga Besi kemudian melayang turun dari atas panggung, dan berdiri menghadapi rombongan kecil yang datang langsung mengacau itu. Serentak para tokoh persilatan yang marah itu bergerak mundur ke belakang Pendekar Naga Besi.

“Kisanak sekalian! Apa sebenarnya yang diinginkan dari kami?! Bukankah di antara kita tidak ada perselisihan? Mengapa datang-datang langsung membunuh belasan orang kawan kami?! Apa sebenarnya maksud kalian...?” tegur Pendekar Naga Besi.

Pendekar itu diam-diam telah mengerahkan tenaga saktinya untuk melindungi tubuh kalau sewaktu-waktu diserang secara mendadak.

“Hm.... Yang diinginkan ketua kami adalah jabatan pimpinan di daerah Timur ini. Bahkan bukan hanya daerah Timur saja, tapi seluruh negeri ini harus berada di bawah kepemimpinan ketua kami. Kalau kalian tidak senang, silakan berhadapan dengan ketua kami,” sahut lelaki tinggi kurus berusia setengah baya itu kembali. Sepertinya, dia memang bertindak sebagai juru bicara dari lelaki tinggi tegap berpakaian kuning emas itu.

Link Download (pdf) - 373 KB

07 Juli 2012

PRS-081. Ratu Bukit Brambang

Author : Teguh S
Serial Pendekar Rajawali Sakti
dalam episode 081: Ratu Bukit Brambang
Penerbit Cintamedia, Jakarta
Penyunting
Gambar Sampul
128 h. ; 12 x 18 cm
Ebook (pdf) by Abu Keisel, Edit Teks (Lovely Peace)



Sinopsis

"Aaa...!" Terdengar satu jeritan panjang ketika tangan wanita berjubah merah menghentak ke depan. Api langsung berkobar. Sosok tubuh pemuda itu pun menggeliat-geliat, kemudian diam tidak bergerak lag!

"Hi hi hi!" Ratu Bukit Brambang tertawa mengikik. Dia sangat senang bisa mempersembahkan darah seorang laki-laki muda setiap malam! Semua itu dilakukannya karena dia memiliki tujuan tertentu!

Tujuan apakah sesungguhnya yang ingin dicapai Ratu Bukit Brambang? Mengapa dia harus mengorbankan darah laki-laki muda setiap malam?! Bagaimana tindakan Pendekar Rajawali Sakti ketika mengetahui kejadian ini? Terutama ketika pendekar muda itu tahu, bahwa dirinya akan dijadikan persembahan yang terakhir oleh Ratu Bukit Brambang!

_______________________________
Link Download (pdf) - 418 KB

Go to Pendekar Rajawali Sakti