Tampilkan postingan dengan label E. Rokajat Asura. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label E. Rokajat Asura. Tampilkan semua postingan

25 Oktober 2014

Wangsit Siliwangi, Harimau di Tengah Bara (Update Link)

Author : E. Rokajat Asura
Judul : Wangsit Siliwangi, Harimau di Tengah Bara
Novel Kedua dari Dwilogi Prabu Siliwangi
Penerbit : Edelwies
Cetakan Pertama, 2009
444 hlm; 20 cm
Ebook (djvu) by syauqy_arr



Sinopsis

Ketegangan antara Prabu Siliwangi dan Pangeran Cakrabuana memuncak setelah hubungan antara Cirebon-Demak semakin mesra di satu pihak, dan di pihak lain Pajajaran sendiri mulai main mata dengan Portugis yang baru menguasai Malaka. Kemesraan hubungan Cirebon-Demak ditandai dengan dipersatukannya para putra kedua negeri itu dalam ikatan perkawinan. Sementara penjajakan kerja sama yang dilakukan Pajajaran dengan Portugis yang membuat Cirebon-Demak panas dingin, dilakukan salah satu alasannya mengantisipasi kekuatan maritim Cirebon-Demak. Pelanggaran Cirebon yang membuat Prabu Siliwangi mempersiapkan pasukan perang secara besar-besaran adalah kenyataan di mana Tumenjgung Jagabaya yang diutus untuk menyelesaikan masalah justru tak kembali ke Pajajaran. Pergeseran kehidupan akibat hadirnya Islam ini, dinilai menjadi sumber pétaka bagi Pajajaran.

Sejatinya ketidaksenangan Prabu Siliwangi bukan terhadap Kesultanan Cirebon dan Islam semata, melainkan karena hubungan dengan Demak yang terlalu akrab pemicu membuncahnya kemarahan. Selangkah sebelum genderang perang ditabuh, purohita Pajajaran, Ki Purwagalih mengingatkan.

Cirebon sebenarnya bukan siapa-siapa sekalipun akhir-akhir ini sering berulah. Bukankah Syarif Hidayatullah yang menjadi Susuhunan Jati sekarang adalah putra dari Nyimas Ratu Rarasantang, putri Gusti Prabu sendiri? Bukankah Pangeran Cakrabuana yang tak lain adalah Prabu Anom Walangsungsang, putra Gusti Prabu sendiri? Bagaimana tanggapan negeri-negeri sahabat juga Portugis yang telah bersedia untuk kerja sama, jika seorang kakek memerangi cucunya sendiri dengan pasukan perang luar biasa seperti ini? Ampun Gusti Prabu, aku terlalu lancang bicara seperti ini!" jelas Ki Purwagalih menunduk makin dalam. Prabu Siliwangi mendengus pada angin.

______________________________________

Prabu Siliwangi, Bara di Balik Terkoyaknya Raja Digdaya (Update Link)

Author : E. Rokajat Asura
Prabu Siliwangi, Bara di Balik Terkoyaknya Raja Digdaya
Novel Pertama dari Dwilogi PRABU SILIWANGI
Cetakan Pertama, Juni 2009
Penerbit : Edelweiss
Desain Sampul : Windu
Tata Letak : Novi Khanza' Kreatif
457 halaman
Ebook (djvu) by syauqy_arr



Sinopsis

PRABU SILIWANGI (1482-1521 M), putra Dewa Niskala, berhasil menyatukan Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda, mengantarkan Pajajaran mencapai puncaknya. Sosok raja digdaya yang dihormati rakyat dan dikagumi musuh ini, memiliki bala tentara yang hebat, siap menghalau musuh dan menyabung nyawa mempertahankan kerajaan. Siapa sangka, helaan napas dendam dan semburat darah tepercik di Pajajaran, bukan karena kedatangan musuh melainkan berseberangan prinsip dengan putra mahkota, Walangsungsang.

Prabu Siliwangi berbalik. Menatap tajam pada Walangsungsang. Dengan satu gerakan halus tapi sangat cepat dan terukur, kujang itu telah menempel di leher putra mahkotanya. "Akar pohon yang meranggas itu adalah kerajaan kita dan yang sedang berteduh di bawahnya adalah ayahmu, Walangsungsang, apa kau juga akan tetap menumbangkan pohon itu?" bentak Prabu Siliwangi, dadanya turun naik tak biasanya. Kemarahan sedang membakar hatinya. 

Walangsungsang bergeming. Kelak, ia pun tak punya pilihan lain selain harus berhadapan dengan ayahandanya, sekalipun tidak dimaksudkan untuk saling menghinakan. Ia datang untuk membuat parit-parit agar mampu mengalirkan ajaran Islam merata ke seluruh persada. 

"Novel ini berusaha tidak semata menghibur, tapi juga menyelipkan informasi dan berbagai sumber yang sebelumnya tidak banyak diungkap." —Abdullah Mustappa, Pengamat Kebudayaan Sunda

"Menafsirkan sejarah memerlukan sebuah kekuatan kreatif tersendiri, apalagi menuangkannya dalam alur roman semacam novel mi... Tak mudah melakukan hal semacam itu, namun Kang Enang Rokajat, dalam pandangan saya, berhasil menunjukkan talentanya yang langka itu di sini..." —Teguh Iman Perdana, Penulis Serial Best Seller Ngefriend Sama Islam.

Link Download (DJVU) - 3,7 MB


Silakan diunduh segera bro, kalau ada komplain dari penerbit linknya akan dihapus.

DITUNGGU KOMENTARNYA SOB :)