Tampilkan postingan dengan label Putu Prabu Darana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Putu Prabu Darana. Tampilkan semua postingan

02 Juli 2013

Tanah Semenanjung (Buku 2)

Author : Putu Praba Darana
Serial Tanah Blambangan,
Tanah Semenanjung (Buku 2)
Penerbit : PT Gramedia
Cover : NBC Sukma
Cetakan Pertama, Juni 1988
280 hlm; 18 cm
Ebook (djvu) by BBSC



Sinopsis

Kehidupan mengandung berjuta merjan kemungkinan. Salah satu di antaranya kegagalan. Kegagalan adalah kepahitan, apalagi dalam percintaan. Itulah yang dialami Wong Agung Wilis, tokoh pujaan rakyat Blambangan abad ke-18. Namun kegagalan tidak membuat Wong Agung terbenam dalam lumpur frustasi. Dia bahkan mampu mengalihkan cintanya pada negeri yang telah melahirkannya, membangunkan negerinya dari tidur nyenyak dalam bayang-bayang kelam : membangun kehidupan sosial, politik, dan ekonomi Blambangan.

Tanah Semenanjung buku kedua menggambarkan bagaimana Wong Agung Wilis mematahkan tiap intrik dan memenangkan tiap konflik dalam negerinya. Ini tidak mudah, apalagi ia hanya manusia biasa yang tak lepas dari segala masalah, walaupun sejarah mencatat bahwa dia mampu memberi inspirasi pada rakyat Blambangan dalam melawan Bclanda. sebagai usaha membendung kerakusan kaum pemilik modal raksasa—VOC.

______________________________________

01 Juli 2013

Tanah Semenanjung (Buku 1)

Author : Putu Praba Darana
Serial Tanah Blambangan,
Tanah Semenanjung (Buku 1)
Penerbit : PT Gramedia
Cetakan Pertama, Mei 1988
312 hlm; 18 cm
Ebook (djvu) by BBSC



Sinopsis

Di tengah kemelut Blambangan, Mangkuningrat naik tahta menggantikan sang Ayahanda, Sri Prabu Danureja, tanpa persiapan. Putra mahkota Blambangan tidak berrminat pada masalah-masalah kenegaraan. Harta dan wanita—hanya itu yang diminatinya. Karena tidak menjalankan fungsinya sebagai raja. Mangkuningrat lalu dijadikan tunggangan pejabat-pejabat pemerintah yang korup, yang lebih menomorsatukan kepentingan pribadi daripada kepentingan kawula.

Blambangan semakin rapuh.
Kawula sernakin miskin.
Harapan pun terturnpu pada Wilis, putra kedua.

Wills yang jiwa maupun raganya diecmpa di suatu padepokan, jauh dari kemewahan istana. Wilis yang jiwanya terbuka pada kenyataan hidup, derita kawula. Bukan soal kecil yang akan dihadapinya. Intrik-intrik kotor istana. Kekacauan politik maupun ekonomi. Belum lagi kekuasaan lain yang lebih besar dari Blambangan. Ah... beranikah ia tampil membenahi itu semua? Mampukah ia mengembalikan kejayaan Blambangan?

Wilis yakin ia tak akan bcrhasil tanpa dukungan orang-orang yang dicintainya: Andit—laki-laki perkasa yang pertama merenggutnya dari dunia ketidaktahuan—dan, terutama, Yistyani, guru sekaligus kekasihnya.

______________________________________